Media Berbagi Ilmu

Selamat datang di blogg Media Berbagi Ilmu.

Jumat, 14 Oktober 2011

STRUKTUR KATA


RESUME STRUKTUR KATA
1.     Pengertian
     Pilihan kata atau diksi adalah suatu pengertian mengenai jalinan kata-kata yang dapat dipilih untuk dipergunakan dalam suatu kondisi tertentu. Pilihan kata juga berbicara tentang pengelompokan atau susunan kata-kata, gaya bahasa, dan
ungkapan.                                                                           
Orang-orang yang hidup di daerah pegunungan akan banyak menggunakan kata-kata, seperti gunung, bukit, dan lembah. Sedangkan orang-orang yang hidup di daerah persawahan akan menggunakan kata padi, menabur, menuai, dan lain-lain.
2.      Kata dan Makna
     Sebuah kata mengandung aspek bentuk (yang dapat diserap dengan panca-






Rounded Rectangular Callout: 2

Rounded Rectangular Callout: 1

 


indera), dan aspek makna/isi (reaksi yang timbul dalam fikiran kita akibat dari rangsangan oleh aspek tersebut).
Makna lugas/makna leksikal dalam kamus dibedakan menjadi dua yaitu makna denotatif dan makna konotatif. Makna denotatif adalah makna yang tidak mengandung perasaan-perasaan tambahan, sedangkan makna konotatif adalah makna kata yang mengandung arti tambahan, perasaan tertentu, dan nilai rasa tertentu.
3.      Kata Umum dan Kata Khusus
     Sebuah kata dikatakan kata umum apabila dipertentangkan dengan kata yang ternyata bersifat lebih sempit cakupannya. Kata warna lebih umum dari kata merah. Akan tetapi, kata merah lebih umum dari kata merah hari, merah darah,
dan merah jambu. Dengan demikian, kata yang khusus-pada suatu kondisi tertentu, akan menjadi kata umum pada kondisi lain. Kata yang mempunyai frekuensi pemakaian yang tinggi adalah kata yang umum, sedangkan kata yang memiliki frekuensi pemakaian yang rendah adalah kata yang khusus.
Rumah, makan, adalah kata umum. Sedangkan vila, anjungan, graham, sarapan, mengudap adalah kata khusus.
Dalam hubungan ini ada hubungan yang erat antara makna denotatif dan makna konotatif.
Hubungannya terlihat seperti contoh di bawah ini:
mentari – matahari                                                 
jauh-jauh hari – lama sebelumnya
Rounded Rectangular Callout: 3 

warna suara – warna meja
wafat, mangkat – meninggal
nyaris – hampir
manis – cantik
4.      Ungkapan Idiomatik
     Yaitu ungkapan yang sudah tetap, tidak boleh dipisahkan, tidak dapat diubah, ditambah, dikurangi, atau dihilangkan. Unsur itu merupakan satu kesatuan senyawa.
Contoh:
a.       Dalam perjalanan itu kami bertemu dengan seorang pecinta alam.
b.      Para peserta pertemuan itu terdiri atas berbagai disiplin ilmu.
c.       Berhubungan dengan pemasukan uang tidak banyak, para yatim piatu tidak disantuninya.
Beberapa ungkapan idiomatik lainnya adalah
bersamaan dengan                                     berkenaan dengan
berkaitan dengan                                       terdiri atas
terbuat dari                                                luput dari
terlepas dari                                               diberikan kepada
disediakan untuk                                       berbicara tentang
disediakan bagi                                         baik ... maupun
tidak ... tetapi                                            bukan ... melainkan                

Rounded Rectangular Callout: 4 

5.      Ungkapan Penghubung
     Ada dua ungkapan penghubung, yaitu antarkalimat dan intrakalimat. Ungkapan penghubung antarkalimat adalah ungkapan penghubung yang berfungsi menghubungkan makna atau isi. Antara lain
dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, setelah itu, kemudian, namun, walaupun demikian, akan tetapi, dan meskipun demikian.
Ungkapan penghubung antarkalimat ini selalu ditempatkan di awal kalimat.
Ungkapan penghubung intrakalimat antara lain
baik ... maupun                        ketika                          dan
antara … dan                          setelah                         atau
seperti                                      sebelum                       sedangkan         
misalnya                                  tetapi                           melainkan
… demikian                            sehingga                      karena
bukan … melainkan                tidak … tetapi             serta
Contoh kalimat:
a.       Anaknya yang kecil, misalnya, baru saja lahir.
b.      Kita memerlukan peralatan, seperti meja dan kursi.
c.       Tulisan yang Bapak tulis kurang jelas. Demikian maksud saya.
6.      Pemakaian Kata Depan
     Pemakaian kata depan dalam sebuah kalimat perlu diperhatikan agar tidak terjadi salah penafsiran yang keliru. Kata depan yang perlu diperhatikan
Rounded Rectangular Callout: 5 

pemakaiannya adalah dari, daripada, kepada, tentang, ke, di, untuk’ bagi, dan sebagainya.
7.      Pemakaian Kata yang Salah
     Beberapa patokan yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut
a.       Hindari kata yang muncul dengan makna yang ganda.
b.      Pertimbangkan kepantasan sebuah kata hadir dalam sebuah kalimat.
c.       Hindari pemakaian kata asing yang berlebihan.
d.      Hindari penggunaan bahasa atau unsur substandard atau nonstandard dalam situasi normal.
e.       Hindari kata-kata yang using.
8.      Peluluhan Kata
     Peluluhan terjadi pada awalan kepada kata dasar. Awalan yang meluluhkan awal kata dasar adalah awalan me- dan awalan pe-. Kedua awalan ini, apabila bergabung dengan kata dasar yang dimulai dengan huruf /s/, /p/, /t/, /k/, harus luluh sehingga menghasilkan bunyi yang sesuai dengan produk bunyi yang dihasilkan oleh daerah artikulasi. Peluluhan kata itu antara lain
a.       Kata dasar berawalan huruf /S/ (me- menjadi meny-)
Misalnya:
Me- + sehat, sukses, sejahtera, sikap, sabot = menyehatkan, menyukseskan, menyejahterakan, menyikapi, menyabot.
b.      Kata dasar berawalan huruf /P/ (me- menjadi mem-)
Rounded Rectangular Callout: 6 

Misalnya:
Me- + paham, perkara, periksa, pesona, perkosa = memahami, memerkarakan, memeriksa, memesona, memerkosa.
c.       Kata dasar berawal huruf /t/ (me- menjadi men-)
Misalnya:
Me- + tahan, taat, terjemah, tertawa, takdir = menahan, menaati, menerjemahkan, menertawakan, menakdirkan.
d.      Kata dasar berawalan huruf /K/ (me- menjadi meng-)
Misalnya:
Me- + kail, kaji, kader, kilat, kambing hitam = mengail, mengaji (membaca kitab suci), mengaderkan, mengilatkan, mengambinghitamkan.
Namun dalam ranah /s/, /p/, /t/, /k/, terkadang ada pula kata-kata yang tidak diluluhkan.
Misalnya:
Me/pe + kaji = mengkaji, pengkajian.
Me/pe +Tinju = meninju, petinju, peninju.
Pe + tatar = petatar, penatar.
Pe + taruh = petaruh, penaruh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beri komentarmu di sini ^^