Media Berbagi Ilmu

Selamat datang di blogg Media Berbagi Ilmu.

Jumat, 14 Oktober 2011

Manajemen Produksi


Manajemen Produksi

1.      Pengertian Manajemen
Manajemen (to manage) adalah mengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu. Jadi, manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.
Menurut George R. Terry, manajemen adalah suatu proses yang khas terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Menurut Harold Koontz dan Cyrill O’donnel, manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian.
Manajemen sebagai Ilmu dan Seni
1.      Manajemen sebagai suatu Ilmu
-          Prinsip dan Konsep manajemen dapat dipelajari,
-          Decision making dapat didekati dengan kaidah ilmiah, dan
-          Penerapan manajemen perlu pendekatan bidang ilmu lainnya, seperti ilmu ekonomi.
2.      Manajemen sebagai suatu Seni
-          Sangat dipengaruhi sifat dan bakat para manajer, dan
-          Sering melibatkan: naluri dan perasaan


Manajemen sebagai Proses Kegiatan
Manajemen diartikan sebagai suatu rangkaian kegiatan mulai kegiatan merencanakan, melaksanakan serta mengkoordinasikan apa yang direncanakan sampai dengan kegiatan yang telah direncanakan. Hal ini dapat diartikan dalam kegiatan penerbitan.
Proses manajemen dapat diartikan juga untuk rangkaian kegiatan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Karena itu, penyebutan manajemen di sini adalah proses ditemukannya peluang-peluang yang menguntungkan. Proses pembuatan rencana dan konsep alternative, langkah-langkah mencapai tujuan, melaksanakan rencana dan langkah-langkah tersebut sampai pada upaya pengawasan.
Manajemen sebagai Profesi
Seseorang yang memiliki keahlian dan keterampilan tertentu akan memperoleh status dan intensif saat terlibat dalam organisasi. Dengan menggunakan keahliannya, dikelompokkan dalam kelompok manajemen professional.
Profesionalisme manajemen dikategorikan dalam suatu profesi yang memang butuh keahlian tertentu serta posisi dan keahlian tertentu yang diakui masyarakat (editor, pengarang, desainer).
Manajemen sebagai Kumpulan Orang Untuk Mencapai Tujuan
Setiap kegiatan oleh dua orang atau lebih secara kooperatif atau kerja sama dalam organisasi, disebut sebagai aktivitas manajemen. Kolektivitas orang-orang tersebut bergabung dalam suatu organisasi dan dipimpin oleh manajer yang bertanggung jawab penuh atas upaya pencapaian tujuan yang efisien dan efektif.


2.      Manajemen Produksi
Manajemen produksi adalah suatu proses secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan. (Fogarty, 1989).
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan berbagai alat dan sarana (tools) untuk menunjang kelancaran pekerjaan secara efisien dan efektif. Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 5M, yaitu man, material, machine, method, dan money.
Beberapa sumber produksi, yaitu
a.       Man
Yang termasuk ke dalam man adalah penulis atau pengarang, editor, manajer, dan sebagainya.
b.      Material
Yang termasuk ke dalam material adalah bahan-bahan yang digunakan, seperti kertas, tinta, cat, dan lain-lain.
c.       Machine
Yang termasuk ke dalam machine adalah peralatan yang digunakan pada perusahaan tersebut untuk membantu dalam penyelesaian pekerjaan.
d.      Method
Yang termasuk ke dalam method adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan standar kerja dan kualitas.
e.       Money
Yang termasuk ke dalam money adalah modal. Modal dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain dengan mencari investor atau dengan meminta pinjaman bank.
Manajemen penerbitan yang baik dalam operasionalnya berpedoman pada prinsip dan fungsi manajemen.

Prinsip manajemen adalah hal-hal yang bersifat kefleksibelan dalam arti bahwa dalam pengaturan diperlukan pertimbangan-pertimbangan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah.

Menurut Henry Fayol, Prinsip-prinsip umum manajemen terdiri atas:

a.       Pembagian kerja (division of work),

b.      Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility),

c.       Displin (discipline),

d.      Kesatuan perintah (unity of command),

e.       Kesatuan pengarahan (unity of direction),

f.       Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri,

g.      Penggajian karyawan atau pegawai,

h.      Pemusatan (centralization),

i.        Hirarki (tingkatan),

j.        Ketertiban (order),

k.      Keadilan dan kejujuran,

l.        Stabilitas kondisi karyawan,

m.    Prakarsa (inisiative), dan

n.      Semangat kesatuan.

Kegiatan Produksi
Kegiatan yang berhubungan dengan penciptaan atau pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya melalui proses transformasi dari masukan sumber daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan.
Dalam proses kegiatan produksi penerbitan, dapat diawali dengan kegiatan perencanaan mendapatkan dan mengolah naskah, selanjutnya sampai menjadi produk penerbitan.


Fungsi Manajemen dalam Manajemen Produksi Penerbitan
a.       Perencanaan: Perencanaan produk, perencanaan fasilitas, perencanaan penggunaan sumber daya produksi.
b.      Pengorganisasian: Struktur individu, grup, seksi, bagian, divisi, atau dept.
c.       Penggerakan: Memimpin, mengawasi, memotivasi karyawan.
d.      Pengendalian: mengembangkan standar, jaringan komunikasi.

a.      Perencanaan
(Prof. Dr. Sondang Siagian, MPA)
Menurut Prof. Dr. Sondang Siagian, MPA, perencanaan adalah usaha sadar dan pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan, dalam dan oleh suatu organisasi, dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Perencanaan mengandung 4 hal pokok:
a.       kegiatan penelitian harus mendahuli perencanan
b.      adanya faktor risiko, manajer sebagai perencana mutlak memiliki keberanian
c.       orientasi suatu rencana adalah masa depan yang berkesinambungan
d.      memiliki makna akan mempermudah usaha pencapaian tujuan atau hasil

b.      Penjadwalan
Penjadwalan yaitu pengaturan waktu dari suatu kegiatan produksi. Penjadwalan mencakup kegiatan mengalokasikan fasilitas, peralatan ataupun tenaga kerja bagi suatu kegiatan produksi dan menentukan urutan pelaksanaan kegiatan produksi.
Dalam hierarki pengambilan keputusan, penjadwalan merupakan langkah terakhir sebelum dimulainya produksi.
Beberapa kemungkinan penyebab terhambatnya proses produksi yaitu
a.       kerusakan mesin
b.      terhambatnya bahan baku
c.       bertumpuknya pekerjaan dalam satu proses
d.      penanganan material atau bahan yang tidak sesuai
e.       layout kurang baik
f.       kurangnya keterampilan staf

3.      Organisasi
Badan, wadah, tempat dari kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Selain itu, organisasi merupakan suatu struktur fungsi dan sistem kerja sama yang dilakukan berdasarkan aturan dan penjabaran fungsi-fungsi pekerjaan secara formal.
Tiga elemen organisasi meliputi:
a.       terdiri dari sekelompok orang
b.      ada interaksi dan kerja sama
c.       memiliki tujuan bersama
Organisasi dalam arti dinamis adalah sebagai alat atau proses bekerja sama merealisasikan tujuan secara efisien dan efektif. Organisasi dalam arti statis berarti cenderung sebagai suatu wadah.
Tipe-Tipe Organisasi
1.      Organisasi Lini
disebut juga organisasi garis.
Ciri-ciri:
a.       organisasi kecil dan sederhana, jumlah karyawan sedikit
b.      pemilik biasanya menjadi manajer tertinggi dalam perusahaan
c.       hubungan antar karyawan, juga dengan pemimpin saling kenal
d.      spesialisasi kerja dan keterampilan masih belum tinggi
e.       tujuan organisasi atau perusahaan tidak terlalu rumit
f.       alat yang dibutuhkan masih sederhana dan tidak terlalu banyak
g.      produksi yang dihasilkan, baik barang maupun jasa belum beraneka ragam
Kelebihan organisasi lini
a.       kesatuan komando mudah dilakukan
b.      proses pengambilan keputusan bisa lebih cepat
c.       rasa solidaritas antar karyawan tinggi
Kekurangan organisasi lini
a.       karyawan biasanya selalu tergantung pada pemimpim, jika pemimpin berhalangan organisasi dapat macet.
b.      pendiri perusahaan biasanya adalah pemilik
c.       dari segi mekanisme kepemimpinan, tercipta suasana kurang baik bagi kesempatan untuk berkembang.

2.      Organisasi Lini dan Staf
Kelebihan organisasi lini dan staf:
a.       Pembagian tugas pokok dan penunjang jelas
b.      produktivitas biasanya tinggi, karena tenaga kerja tidak direpotkan mengurus penyediaan searana penunjang
Kekurangan organisasi lini dan staf:
Kerumitan dalam menyusun struktur yang ideal karena tidak selalu mudah mengelompokkan berbagai tugas pokok untuk ditempatkan dalam suatu satuan kerja tertentu, koordinasi agak sulit.



3.      Organisasi Fungsional
Ciri-cirinya tidak terlalu menggunakan kriteria ukuran besar, kecilnya organisasi, dan kegiatan dilaksanakan oleh tenaga berketerampilan atau spesialisasi tinggi.
Kelebihannya adalah pengelompokkan tugas menjadi lebih jelas, koordinasi dalam lingkup kerja relative lebih mudah, spesialisasi karyawan dapat lebih dikembangkan, dorongan berprestasi biasanya lebih tinggi karena tangga peningkatan karier jelas.
Kekurangannya adalah alih tugas ataupun alih bagian sulit dilakukan karena spesialisasi pekerjaan, karyawan cenderung memiliki wawasan yang sempit karena hanya mementingkan bidang tugasnya sebagai akibat adanya spesialisai kegiatan.

4.      Organinasi Matriks
Kelebihannya yaitu ada fleksibilitas pada organisasi dan membantu perkembangan kreativitas, mendorong kerja sama antar berbagai keterampilan, merupakan tempat latihan manajer-manajer strategi.

Kekurangannya yaitu pertanggung jawaban ganda dapat membuat kebingunagan dan kebijakan yang kontradiktif, sangat memerlukan koordinasi horizontal dan vertical, dapat mengarah pada konflik antar bagian.

4.      Koordinasi, Rentang Kendali, dan Sentralisasi dan Desentralisasi
Koordinasi adalah suatu proses menghubungkan atau mengintegrasikan bagian-bagian dalam organisasi perusahaan agar tujuan dapat dicapai dengan efektif. Tanpa adanya koordinasi yang efektif, karyawan dan bagian-bagian akan kehilangan pegangan atas peranannya. Tujuan organisasi tidak akan tercapai bila hanya mengejar kepentingan sendiri.
Rentang Kendali adalah jumlah karyawan yang melapor atau berhubungan langsung pada manajer.
Sentralisasi adalah proses pemusatan wewenang dan tanggung jawab kepada manajemen puncak. Desentralisasi, karyawan takut bawah dapat memberi masukan untuk pengambilan keputusan.

5.      Jejaring Industri Penerbitan

a.      Penulis atau Pengarang
Adalah orang yang mencipta, menyusun, dan menyampaikan ide-ide atau gagasan melalui karya tulis. Penulis adalah pemilik pertama hak cipta atau copy right. Penulis menyerahkan naskah kepada Penerbit untuk dilihat, dinilai, diperiksa sebagai proses pertimbangan naskah. Naskah diterima penerbit melalui sekretaris redaksi untuk dicatat, pemberian no urut, serta jangka waktu naskah berada di Penerbit.

b.      Penerbit Buku
Penerbit buku merupakan lembaga atau institusi yang mengolah naskah mentah dari penuli hingga menjadi barang siap cetak dalam bentuk dummy. Tidak ada UU yang mengharuskan penerbit memiliki badan hukum ataupun perizinan sendiri di Indonesia, seperti halnya perusahaan penerbitan pers yang disarankan memiliki surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP).    
Siapapun dapat membentuk badan penerbit termasuk perseorangan yang disebut self-publisher, sepanjang mengikuti etika, norma, dan UU hak cipta yang berlaku.

c.       Percetakan
Percetakan menerima naskah yang sudah final bersih dari penerbit, prosesnya adalah: disusun atau composing, dicetak atau printing, dijilid atau binding.
Kesepakatan antara penerbit-percetakan dituangkan dalam sebuah SPP, percetakan harus memperhatikan jenis kertas, jenis tinta, jenis huruf, mutu cetakm penjilidan, dan jadwal terbit.

d.      Toko Buku
Toko buku menerima buku secara langsung atau tidak langsung dari penerbit. Toko buku menerima atau membeli buku dari penerbit dengan diskon yang tinggi. Toko buku merupakan mitra yang berada antara penulis dan pembaca.

6.      Sumber Naskah Penerbit
Sumber naskah penerbit meliputi:
1.      Tokoh
2.      Komunitas
3.      Agen Sastra (Litary Agent)
4.      Jasa Penerbitan (Publishing Service)
5.      Sekolah/Kampus
6.      Pusat Pelatihan
7.      Event
8.      Penulis Lepas
9.      Penerjemah Mandiri
10.  Lembaga Penelitian
11.  Pelelangan Naskah
12.  Pembelian Hak (di luar negeri)

7.      Beberapa Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Digital Printing
Keuntungan Menggunakan Digital Printing:
a.       Jumlah yang tepat karena On Demand Printing berarti hanya mencetak sesuai yang diinginkan.
b.      Waktu persiapan lebih singkat (make ready time).
c.       Biaya produksi lebih murah untuk oplah yang sedikit.
d.      Personalization, karena cetakan dikontrol sebagai database digital, sehingga gambar/model dapat diubah sesuai dengan selera perorangan.
Kerugian menggunakan Digital Printing:
a.       Biaya per unit/eksemplar lebih mahal bila mencetak dalam jumlah banyak. Proses tersebut membutuhkan operator dengan keterampilan khusus.
b.      Kecepatan mesin tidak dapat diubah. Operator tidak dapat menjalankan mesin pelan-pelan untuk memeriksa cetakan, melainkan harus stabil.















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari ringkasan materi mengenai manajemen produksi penerbit di atas, penulis dapat membuat kesimpulan sebagai berikut.
1.      Manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.
2.      Menurut Harold Koontz dan Cyrill O’donnel, manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian.
3.      Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan berbagai alat dan sarana (tools) untuk menunjang kelancaran pekerjaan secara efisien dan efektif. Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 5M, yaitu man, material, machine, method, dan money.
4.      Organisasi dalam arti dinamis adalah sebagai alat atau proses bekerja sama merealisasikan tujuan secara efisien dan efektif. Organisasi dalam arti statis berarti cenderung sebagai suatu wadah.
5.      Koordinasi adalah suatu proses menghubungkan atau mengintegrasikan bagian-bagian dalam organisasi perusahaan agar tujuan dapat dicapai dengan efektif.



DAFTAR PUSTAKA

Silalahi, Prof. Dr. Bennet. 2001. Manajemen integrative. LPMI. Jakarta.
Terry, George R. terj. Dr. Winardi, SE. 2010. Asas-asas Manajemen. Bandung.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri komentarmu di sini ^^