Media Berbagi Ilmu

Selamat datang di blogg Media Berbagi Ilmu.

Rabu, 22 Februari 2012

Kegiatan Redaksional (pengertian redaksi, dll)


Kegiatan Redaksional (pengertian redaksi, dll)
"Kata-kata adalah serdadu, yang siap menyerang dan mematikan"
        "Kata-kata adalah gerilya, pasukan bertopeng yang tak hentinya menyerbu"
 Pengertian redaksi
       Redaksi merupakan jantung dari setiap kegiatan pers. Didalamnya kalian akan seringkali melakukan diskusi, brainstorming (penggagahan ide secara rame-rame), debat dan presentasi.  Kegiatan tersebut berusaha mengajarkan kerja tim, keterbukaan dan membentuk mental logis. Karena hal-hal tersebut sangat penting salam kegiatan jurnalistik yang mungkin akan kalian geluti nantinya.
      Secara sederhana kegiatan redaksi terbagi menjadi  8 tahapan. Dimana tahapan-tahapan tersebut memiliki fungsi khusus yang saling terkait satu sama lain. Tahapan tersebut adalah :
1.        Rapat Redaksi
     Boleh dibilang rapat redaksi adalah foreplay bagi para pegiat pers untuk melakukan kegiatan jurnalistik. Dalam rapat redaksi kita akan menentukan tema, penentuan sumber berita, segmentasi berita, rubrikasi dan pembagian kerja. Penentuan tema berfungsi sebagai pedoman kita dalam menggarap berita. Sebisa mungkin berita yang disampaikan harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Karena akan jadi lucu saat kita membahas pahlawan namun isi media kita adalah dodol garut. Tema menjadi hal vital dalam suatu penerbitan media, karena ia akan menentukan arah penulisan dan isi dari media tersebut.
       Berikutnya adalah penentuan narasumber berita. Narasumber berfungsi sebagai sumber informasi, ahli dalam bidang tertetu dan saksi dalam sebuah peristiwa. Narasumber dapat pula menjadi penguat fakta dalam berita yang akan kita sampaikan. Berikutnya adalah segmentasi berita. Segmentasi berfungsi sebagai acuan objek pemakai dari produk yang akan kita luncurkan. Agar penerbitan yang kita lakukan itu bisa cocok dengan target audience-nya. Dengan begitu, penerbitan anda akan laris, setidaknya dibaca.
       Berikutnya adalah rubrikasi, tahap ini adalah menentukan konten dari sebuah majalah atau buletin yang akan kita buat. Rubrikasi akan merepresentasikan pemahaman kita akan  masalah yang dibahas. Sehingga akan mempermudah bagi pembaca untuk mengerti suatu permasalahan. Selain itu rubrikasi akan mempermudah pembagaian kerja bagi semua tim yang ada. Dan yang terakhir yang dilakukan dalam rapat redaksi adalah pembagian kerja.pembagan kerja berfungsi memberikan kesempatan bagi anggota tim untuk saling berbagi pengalaman, berbagi ilmu dan saling mengisi keterbatasan kemampuan anggota tim yang lainnya. Pembagian kerja juga akan menunjukan kemampuan individu dalam menyelesaikan dan mengatasi sebuah permasalahan dalam kegiatan jurnalistik.
      Rapat redaksi sangat penting dan harus rutin dilakukan sebelum dan saat penggarapan media berlangsung. Karena akan mempermudah kita mengetahui perkembangan dari setiap anggota tim yang telah mendapatkan tugas. Disisi lain akan mempermudah anggota tim untuk belajar dari para senior dan mempererat ikatan emosional anggota tim.

2.       Reportase dan penulisan berita
                Setelah pembagian kerja menjadi jelas, berikutnya ialah proses reportase dan penulisan berita. Dalam reportase, sebaiknya reporter sudah mempunyai target per hari atau per minggu menyesuaikan dengan deadline. Pengambilan data juga informasi pendukung lainnya sebaiknya tidak hanya sekedarnya. Ke-validan berita menjadi nilai tersendiri bagi pembaca.
                Penulisan berita menjadi tugas dari reporter. Setiap media memiliki standar penulisan tersendiri, oleh karena itu, seorang reporter harus terus berkoordinasi dengan redaktur pelaksana selama proses pembuatan berita. Hal ini berfungsi agar berita yang dihasilkan tidak melenceng dari misi media tersebut.
3.       Editing dan koreksi
                Setelah berita ditulis oleh reporter, kemudian diedit oleh editor. Pada dasarnya, dalam sistem redaksi yang baik, ada dua editor. Yaitu; editor bahasa dan editor berita. Fungsinya tentu saja berbeda. Editor bahasa hanya bertugas mengedit bahasa agar mudah diterima oleh pembaca. Perlu diperhatikan sebelumnya, berita tersebut harus diedit dulu oleh editor berita. Hal ini dimaksudkan agar ide atau pesan berita juga kevalidan berita dapat tersampaikan.
4.       Lay Out
                Setelah melalui proses editing, berikutnya yaitu proses lay out. Proses ini dilakukan oleh lay outeratau redaktur artistik. Kerja dari seorang lay outer bukan hanya saat berita itu sudah jadi, melainkan jauh sebelum berita itu ditulis. Ia harus memastikan bahwa kelengkapan lay out seperti foto maupun ilustrasi sudah lengkap. Biasanya, redaktur artistik dibantu juga oleh redaktur foto. Dalam melakuka proses ini, lay outer harus menyesuaikan hasil kerjanya dengan dummy yang sudah disepakati.
5.       Cetak
                Proses cetak media menjadi hal yang tidak kalah pentingnya. Oleh karena itu, dalam proses ini redaksi harus jeli memilih percetakan yang berkualitas. Selain itu, proses percetakan tidak boleh lepas dari pentauan kru redaksi. Hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas dan tampilan dari produk yang kita buat. Sedapat mungkin harus diteliti, diawasi dan dijaga.
6.       Evaluasi Produk
                Sebelum sirkulasi, media yang sudah dicetak dievaluasi untuk kemudian diadakan perbaikan. Dimana dalam proses perbaikan dilakukan beramai-ramai sehingga bisa meningkatkan etelitian aan akurasi koreksi dan evaluasi produk. Selain itu saat koreksi seringkali antar anggota berbagi informasi tentang ejaan yang salah, konsep penulisan dan lainnya. Sehingga evaluasi produk bisa menjadi ajang pembelajaran tidak resmi
7.       Sirkulasi
                  Tujuan dari terbitnya sebuah media massa yaitu agar mendapat respon dari pembaca. Untuk itu, proses sirkulasi harus dilaksanakan dan dipantau agar pesan dari media tersampaikan pada masyarakat. Sirkulasi juga bertujuan untuk menjaring dan membentuk relasi antara penerbitan dan para pembacanya. Karena saat sirkulasi berlangsung, biasanya disertai dengan perkenalan terhadap media yang dimiliki dan saat itulah relasi bisa terbentuk

8.       Feedback dan LPJ produk

      Berbicara tentang respon pembaca, ada yang dinamakan dengan Civic journalism. Civic journalism yaitu, jurnalisme yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi menyampaikan pendapat dan gagasan juga informasi. Masyarakat atau mahasiswa yang mendapat produk media kita kadang mencibir, menghina, memuji dan memberikan masukan bagi kita. Hal ini membuktikan seberapa besar perhatian masyarakat terhadap media yang kita buat. Sehingga bisa lebih mengembangkan kinerja redaksi dan penerbitan kedepannya.
     Namun hal yang mesti menjadi perhatian utama adalah kepatuhan masing-masing individu terhadap deadline yang telah diberikan. Disisi lain hal yang menjadi faktor pendukung adalah motivasi diri, integritas dan kemauan belajar dari diri sendiri. Karena satiap pembagian tugas mencerminkan amandah dan kepercayaan yang telah diberikan pada kita. Maka lakukan semaksimal mungkin, deadline merupakan sebuah representasi toleransi kita atas kemalasan diri. Maka, lakukan yang terbaik, bangkit, dan mulailah kerja jurnalis.

Kendala-kendala Redaksional dan Penerbitan Smart Magazine


Dalam menjalankan kegiatan apapun bukanlah hal yang asing lagi terdapat kendala-kendala dalam setiap aktifitasnnya dan sepertinya itu sudah menjadi suatu bagian dari kegiatan tersebut. Hal demikian mungkin menjadikan pengukur disisi Allah, sejauh mana kekonsistenan kita dan keseriusan kita dalam menjalankan suatu kegiatan.
Smart magazine pun dalam menjalankan programnya selalu saja ada kendala. Adapun kendala-kendala itu adalah:
a. Intern
1.     Crew masih dalam tahap menuju proses kepemilikan Smart magazine.
2.     Belum tergugah secara menyeluruh kecintaan crew pada dunia jurnalistik.
3.     Kurangnya pengetahuan sebagai seorang reporter.
4.     Crew belum mempunyai fasilitas penerbitan sendiri.
5.     Kekurangan biaya untuk penerbitan karena modal masih diatur oleh BEM.
6.     Belum memiliki bestcamp, yang menyebabkan pengondisian tempat terus berubah-rubah.
b. Ekstern
1.     Kurangnya reaksi positif dan ketertarikan mahasiswa untuk menyumbangkan tulisannya ke majalah kampus.
2.     Kontrak kerja iklan belum lancar karena relasi yang sedikit dan ruang lingkup penerbitan majalah yang sempit.
3.     Target penjualan yang belum pasti karena masih digratiskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri komentarmu di sini ^^